Selasa, 27 November 2012

Ekologi

             Ekologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkunganya. Berasal dari istilah Yunani oikos ("habitat") dan logos ("ilmu"). Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Istilah ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernst Haeckel (1834 - 1914). Dalam ekologi, makhluk hidup dipelajari sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya.

               Ilmu lingkungan adalah ilmu yang mempelajari tentang lingkungan hidup. Menurut Soerjani, dkk (2006), ilmu lingkungan adalah penggabungan ekologi (manusia) yang dilandasi dengan kosmologi (tatanan alam) yang mempunyai paradigma sebagai ilmu pengetahuan murni. Hakikat ilmu pengetahuan pada dasarnya berkembang untuk mendasari, mewarnai serta sebagai pedoman kearifan sikap dan perilaku manusia.

                    Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik. Faktor abiotik antara lain suhu, air, kelembaban, cahaya, dan topografi, sedangkan faktor biotik adalah makhluk hidup yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba. Ekologi juga berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu populasi, komunitas, dan ekosistem yang saling memengaruhi dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan kesatuan.

Faktor Biotik
Faktor biotik adalah faktor hidup yang meliputi semua makhluk hidup di bumi, baik tumbuhan maupun hewan. Dalam ekosistem, tumbuhan berperan sebagai produsen, hewan berperan sebagai konsumen, dan mikroorganisme berperan sebagai dekomposer.

A. Individu
Individu merupakan organisme tunggal seperti : seekor tikus, seekor kucing, sebatang pohon jambu, sebatang pohon kelapa, dan seorang manusia. Dalam mempertahankan hidup, seti jenis dihadapkan pada masalah-masalah hidup yang kritis. Misalnya, seekor hewan harus mendapatkan makanan, mempertahankan diri terhadap musuh alaminya, serta memelihara anaknya. Untuk mengatasi masalah tersebut, organisme harus memiliki struktur khusus seperti : duri, sayap, kantung, atau tanduk. Hewan juga memperlihatkan tingkah laku tertentu, seperti membuat sarang atau melakukan migrasi yang jauh untuk mencari makanan. Struktur dan tingkah laku demikian disebut adaptasi.

B. Populasi
Kumpulan individu sejenis yang hidup pada suatu daerah dan waktu tertentu disebut populasi. Ukuran populasi berubah sepanjang waktu. Perubahan ukuran dalam populasi ini disebut dinamika populasi. Perubahan ini dapat dihitung dengan menggunakan rumus perubahan jumlah dibagi waktu. Hasilnya adalah kecepatan perubahan dalam populasi.

C. Komunitas
Komunitas ialah kumpulan dari berbagai populasi yang hidup pada suatu waktu dan daerah tertentu yang saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain. Komunitas memiliki derajat keterpaduan yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan individu dan populasi.Dalam komunitas, semua organisme merupakan bagian dari komunitas dan antara komponennya saling berhubungan melalui keragaman interaksinya.

D. Ekosistem 

Antara komunitas dan lingkungannya selalu terjadi interaksi. Interaksi ini menciptakan kesatuan ekologi yang disebut ekosistem. Komponen penyusun ekosistem adalah produsen (tumbuhan hijau), konsumen (herbivora, karnivora, dan omnivora), dan dekomposer/pengurai (mikroorganisme).

Faktor Abiotik
Faktor abiotik adalah faktor tak hidup yang meliputi faktor fisik dan kimia. Faktor fisik utama yang mempengaruhi ekosistem adalah sebagai berikut.

a. Suhu
Suhu berpengaruh terhadap ekosistem karena suhu merupakan syarat yang diperlukan organisme untuk hidup. Ada jenis-jenis organisme yang hanya dapat hidup pada kisaran suhu tertentu.

b. Sinar matahari
Sinar matahari mempengaruhi ekosistem secara global karena matahari menentukan suhu. Sinar matahari juga merupakan unsur vital yang dibutuhkan oleh tumbuhan sebagai produsen untuk berfotosintesis.
 
c. Air
Air berpengaruh terhadap ekosistem karena air dibutuhkan untuk kelangsungan hidup organisme. Bagi tumbuhan, air diperlukan dalam pertumbuhan, perkecambahan, dan penyebaran biji; bagi hewan dan manusia, air diperlukan sebagai air minum dan sarana hidup lain, misalnya transportasi bagi manusia, dan tempat hidup bagi ikan. Bagi unsur abiotik lain, misalnya tanah dan batuan, air diperlukan sebagai pelarut dan pelapuk.

d. Tanah
Tanah merupakan tempat hidup bagi organisme. Jenis tanah yang berbeda menyebabkan organisme yang hidup didalamnya juga berbeda. Tanah juga menyediakan unsur-unsur penting bagi pertumbuhan organisme, terutama tumbuhan.

e. Ketinggian
Ketinggian tempat menentukan jenis organisme yang hidup di tempat tersebut, karena ketinggian yang berbeda akan menghasilkan kondisi fisik dan kimia yang berbeda.

f. Angin
Angin selain berperan dalam menentukan kelembapan juga berperan dalam penyebaran biji tumbuhan tertentu.


Minggu, 25 November 2012

Mikoriza



Mikoriza


           Mikoriza adalah asosiasi stabil atau simbiosis yang biasanya bersifat mutualistik, antara jamur dan akar (atau rizoid) sebuah tanaman.

Jamur mendapatkan karbohidrat langsung dan tetap dari tanaman, sementara tanaman mendapatkan perlindungan dan tambahan nutrisi, terutama fosfat. Akar tanaman sendiri sering tidak mampu mengambil ion fosfat yang mengalami demineralisasi, misalnya dalam tanah dengan pH dasar. Miselium dari jamur mikoriza dapat mengakses sumber fosfat ini dan membuatnya tersedia bagi tanaman yang mereka koloni. Tanaman yang memiliki mikoriza sering pula lebih tahan penyakit, seperti yang disebabkan patogen tanah mikrobial dan juga lebih tahan terhadap dampak kekeringan. Tanaman yang tumbuh di tanah yang steril dan media pertumbuhan steril sering berkinerja buruk tanpa tambahan spora atau hifa jamur mikoriza untuk mengkoloni akar tanaman dan membantu pengasupan nutrisi mineral tanah.
Tidak heran jika Mikoriza muncul pada 80% spesies tanaman, termasuk spesies berpembuluh dan beberapa spesies yang tidak berpembuluh (misalnya liverwort). Jamur yang terlibat (misalnya basidiomycetes, ascomycetes atau deuteromycetes) selalu berasosiasi dengan korteks utama akar, dan banyak tampaknya tidak pernah hidup sebagai saportrof yang bebas. Formasi mikoriza meningkatkan asupan nutrisi tanaman inang; nutrien tampaknya diserap oleh hifa (yang dapat menjulur jauh dari akar) dan dikirim balik ke akar untuk dilepaskan ke jaringan inang. Formasi mikoriza paling banyak dan paling efektif di tanah miskin nutrisi, dan dapat dikurangi atau dibuang dengan pupuk tanah. Ada tiga jenis mikoriza.


Ektomikoriza

Disebut juga mikoriza ektotrofik. Ia umumnya muncul di pohon hutan sedang; jamur yang terlibat antara lain basidiomycetes (misalnya agarics, boletes), ascomycetes (misalnya. Tuber spp) dan zygomycetes (Endogone). Sebuah pohon bisa dihinggapi lebih dari satu jamur. Pada ektomikoriza, hifa jamur muncul di permukaan akar dan dapat masuk ke antara sel-sel kortikal di akar, namun sel kortikalnya sendiri tidak dimasuki. Biasanya akar inang menjadi sepenuhnya tertutupi oleh selimut jaringan jamur pseudoparenkim; hifa dari selimut ini dapat menerobos tanah di sekitar akar dan juga masuk ke antara sel kortikal akar untuk melingkupi sel-sel kortikal individual dalam sebuah jaringan hifa yang disebut man dan menyimpannya (misalnya sebagai mannitol, trehalosa atau glikogen) dalam selimut.
Manfaat yang diperoleh tanaman selain peningkatan asupan nutrisi (terutama fosfat) adalah peningkatan perlindungan dari kuman berbahaya (patogen) – misalnya jamur di selimutnya dapat menghasilkan antibiotik atau selimutnya yang berfungsi sebagai benteng mekanik bagi infeksi.
Banyak jamur ektomikoriza menghasilkan fitohormon, namun manfaatnya bagi tanaman masih belum diketahui. Dalam kasus tertentu, sebuah asosiasi mikoriza tampak mendasar bagi perkembangan normal tanaman (misalnya pada beberapa jenis Pinus spp).


Endomikoriza

Atau disebut juga mikoriza endotrofik. Ia melibatkan perkembangan jamur di dalam sel korteks akar; biasanya sedikit atau tidak ada perubahan dalam morfologi akar, dan selimut jamur luar biasanya tidak terbentuk. Biasanya, hifa jamur memasuki sel kortikal di akar dan berkembang secara intrasel; akibatnya, hifa ini dicerna oleh sel akar, menyisakan simpul bahan dinding hifa yang tidak dapat dicerna di dalam sel. Saat akar tumbuh, jamur menginvasi sel baru dibalik meristem akar; akibatnya keseimbangan terbangun antara invasi jamur ke tanaman dan pencernaan tanaman pada jamur.
Ada tiga tipe endomikoriza
1.        Tipe vesikular arbuskular (VA), ditemukan dalam sejumlah besar tanaman, dimana hifa jamur (aseptat) menyebar lewat korteks utama dari akar dan memasuki sel kortikal. Haustorium karakteristik yang terbagi-bagi (arbuskula) terbentuk, dan baik hifa intraseluler maupun ekstraseluler biasanya mengembangkan perut terminal atau interkalar yang bulat dan kaya lemak (vesikel). Jamur mikoriza VA merupakan anggota genus Acaulospora, Gigaspora, Glomus dan Sclerocystis (semua sebelumnya adalah Endogone spp); mereka belum lagi tumbuh dalam kultur murni. Mikoriza VA meningkatkan asupan nutrisi (terutama fosfat) bagi tanaman inang. Tipe ini adalah tipe paling purba dan paling banyak dalam kerajaan tanaman.
2.        Tipe ericoid, ditemukan dalam anggota famili Ericaceae, dimana jamur mengkoloni akar terminal halus dari tanaman inang dan membentuk spiral atau loop di dalam sel inang. Jamur yang terlibat semuanya anggota atau dekat kekerabatannya dengan spesies Pezizella ericae.
3.        Tipe anggrek, ditemukan dalam janin dan akar anggota Orchidaceae, dimana jamur memasuki sel inang dan membentuk spiral hifa intrasel. Semua jamur mikoriza anggrek yang diketahui juga merupakan saprotrof tanah normal atau parasit tanaman lain; mereka biasanya basidiomycetes (misalnya Armillaria, Ceratobasidium, Marasmius, Thanatephorus, Tulasnella). Asosiasi mikoriza tampaknya mendasar bagi sang anggrek – paling tidak untuk pemekaran dan pertumbuhan benih; benih anggrek sangat kecil dan punya sedikit atau bahkan tidak sama sekali, persediaan makanan, sehingga (dalam kondisi alami) nutrisi harus dipasok oleh jamur yang menginvasi agar pemekaran terjadi. Anggrek saprotrof tergantung pada jamur mikoriza seumur hidupnya, berasosiasi dengan jamur (misalnya Armillaria mellea) yang dapat meluruhkan substrat seperti selulosa dan pektin menjadi senyawa sederhana yang dapat di asimilasi anggrek. Anggrek hijau umumnya berasosiasi dengan Rhizoctonia (Thanatephorus) spp, namun dapat kehilangan jamur mikorizanya saat dewasa


Ektendomikoriza

Disebut juga mikoriza ektendotrofik. Ia adalah bentuk transisi antara mikoriza ekto dan endo; selimut jamur terorganisasi terbentuk dan penetrasi inter dan intraseluler di korteks akar juga terjadi. Tipe mikoriza ini terbentuk hanya pada sejumlah kecil tanaman, termasuk anggota tertentu Ericaceae – misalnya Monotropa (sebuah genus tanaman herba aklorofil) dan Arbutus – dan benih konifer jenis tertentu. Jamur yang terlibat tampaknya dari jenis basidiomycetes; beberapa jamur yang membentuk ektendomikoriza di tanaman Arbutae dan Monotropaceae dapat membentuk ektomikoriza di tanaman lain.



 

Senin, 19 November 2012

Tumbuhan Berbiji Terbuka (Gymnospermae)

      Tumbuhan berbiji ( Spermatophyta ) adalah tumbuhan yang mempunyai bagian yang di sebut biji. Pada dasarnya tumbuhan biji itu dicirikan dengan adanya bunga sehingga sering disebut dengan tumbuhan berbunga (Anthopyta). Biji dihasilkan oleh bunga setelah terjadi peristiwa penyerbukan dan pembuahan. Dengan kata lain, biji dapat dihasilkan merupakan alat pembiakan secara seksual (generatif). Selain itu, ada juga pembiakan secara aseksual (vegetatif).
      Tumbuhan berbiji di kelompokkan menjadi dua, yaitu tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) dan tumbuhan biji tertutup (Angiospermae). Pada tumbuhan biji terbuka, biji tidak tertutup dengan daging buah atau daun buah (karpelum). Misalnya, pada cemara, pinus, dan damar. Sementara itu, pada tumbuhan berbiji tertutup, biji di tutupi oleh daging buah atau daun buah. Misalnya, pada mangga, durian, dan jeruk. Dalam tumbuhan berbiji banyak sekali ordo ataupuun famili dari tiap divisi. Hal ini membuktikan bahwa tumbuhan berbiji merupakan tumbuhan yang dapat dikatakan tumbuhan yang memiliki bagian yang sangat banyak.
      Gymnospermae adalah tumbuhan yang memiliki biji terbuka.tumbuhan berbiji terbuka merupakan kelompok tumbuhan berbiji yang bijinya tidak terlindung dalam bakal buah (ovarium). Secara harfiah Gymnospermae berarti gym = telanjang dan spermae = tumbuhan yang menghasilkan biji. Pada tumbuhan berbunga (Angiospermae atau Magnoliphyta), biji atau bakal biji selalu terlindungi penuh oleh bakal buah sehingga tidak terlihat dari luar. Pada Gymnospermae, biji nampak  langsung atau terletak di antara daun-daun penyusun  strobilus atau runjung.

D. CIRI-CIRI
Gymnospermae memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Bakal biji tidak terlindungi oleh daun buah.
2. Pada umumnya perdu atau pohon, tidak ada yang berupa herba. Batang dan akar berkambium sehingga dapat tumbuh membesar. Akar dan batang tersebut selalu mengadakan pertumbuhan menebal sekunder. Berkas pembuluh pengangkutan kolateral terbuka. Xilem pada gymnospermae hanya terdiri atas trakeid saja sedangkan floemnya tanpa sel-sel pengiring.
3. Mempunyai akar, batang, dan daun sejati.
4. Bentuk perakaran tunggang.
5. Daun sempit, tebal dan kaku.
6. Tulang daun tidak beraneka ragam.
7.  Tidak memiliki bunga sejati.
8. Alat kelamin terpisah, serbuk sari terdapat dalam strobilus jantan dan sel telur terdapat dalam strobilus betina.
9. Struktur perkembangbiakan yang khas adalah biji yang dihasilkan bunga ataupun runjung.   Setiap biji mengandung bakal tumbuhan , yaitu embrio yang terbentuk oleh suatu proses reproduksi seksual. Sesudah bertunas embrio ini tumbuh menjadi tumbuhan dewasa.
10. Sperma atau sel kelamin jantan menuju kesel telur atau sel kelamin betina melalui tabung serbuk sari hanya terdapat pada tumbuhan berbiji.
11. Tumbuhan biji mempunyai jaringan pembuluh yang rumit. Jaringan ini merupakan saluran menghantar untuk mengangkut air, mineral, makanan dan bahan – bahan lain.
12. Tumbuhan berbiji terbuka memiliki pigmen hijau (klorofil) yang penting untuk fotosintesis yaitu suatu proses dasar pembuatan makanan pada tumbuhan.
13. Gymnospermae memiliki batang yang tegak lurus dan bercabang-cabang. Daunnya jarang yang berdaun lebar, jarang yang bersifat majemuk, dan system pertulangan daunnya tidak banyak ragamnya. Hal ini sangat berbeda dengan karakteristik daun yang terdapat pada angiospermae yang sistem pertulangannya beraneka ragam.

E. REPRODUKSI
Organ reproduksi pada gymnospermae disebut konus atau strobilus. Tumbuhan berbiji terbuka tidak memiliki bunga, sporofil terpisah-pisah atau membentuk srobilus jantan dan betina. Makrosporofil dan makrosporangium yang tampak menempel pada strobilus betina. Letak makrosporofil dan mikrosporofil terpisah. Sel kelamin jantan berupa spermatozoid yang masih bergerak aktif. Di dalam strobilus jantan terdapat banyak anteridium yang mengandung sel-sel induk butir serbuk. Sel-sel tersebut bermeiosis dari setiap sel induk terbentuk 4 butir serbuk yang bersayap. Pada strobilus betina terdapat banyak arkegonium. Pada tiap-tiap arkegonium terdapat satu sel induk lembaga yang bermeiosis sehingga terbentuk 4 sel yang haploid. Tiga mati, dan satu sel hidup sebagai sel telur. Arkegonium ini bermuara pada satu ruang arkegonium.
Pada Gymnospermae sering terjadi poliembrioni, walaupun hanya ada satu embrio yang terus berkembang karena adanya pembelahan beberapa arkegonia. Air sudah tidak digunakan sebagai media fertilisasi karena adanya pembentukan buluh serbuk pada serbuk sari yang berkecambah.
Pada Coniferophyta dan Gnetophyta spermanya tidak mempunyai flagel, sehingga buluh serbuk menghantarkannya langsung ke mulut arkegonia. Serta pada Cycas dan Gingko fertilisasinya merupakan bentuk antara kondisi pada paku-pakuan dan tumbuhan tanpa biji lainnya, yaitu spermanya mampu berenang bebas dan bentuk pada tumbuhan berbiji yaitu spermanya tidak mampu bergerak bebas.
Gametofi jantan umumnya bersifat haustorial, yaitu menyerap makanan dari ovulum ketika tumbuh, walaupun dibutuhkan buluh serbuk tetapi tidak langsung masuk ke arkegonium. Buluh serbuk tersebut tumbuh dan menetap di dalam nuselus selama berbulan-bulan sebelum menuju gametofit betina. Setelah sampai di mulut gametofit betina, buluh serbuk robek dan melepaskan sel sperma yang berflagel banyak. Sperma tersebut kemudian menuju ke arkegonium dan membuahi telur. Dengan adanya buluh sperma tersebut maka tumbuhan berbiji tidak ada lagi yang bergantung pada ketersediaan air pada fertilisasinya.

Proses Penyerbukan dan Pembuahan
Penyerbukan yang terjadi pada tumbuhan berbiji terbuka selalu dengan cara anemogami (penyerbukan dengan bantuan angin). Serbuk sari jatuh langsung pada bakal biji. Selang waktu antara penyerbukan sampai pembuahan relatif panjang. Pembuahan yang terjadi pada gymnospermae disebut pembuahan tunggal (setiap inti generatif melebur dengan inti sel telur). Mikropil terdedah ke udara bebas. Pembuahan pada gymnospermae disebut pembuahan tunggal, karena tiap-tiap inti sperma membuahi satu sel telur.


Strobilus jantan Þ serbuk sari Þ jatuh pada tetes penyerbukan (ujung putik) Þ buluh serbuk Þ membelah Þ inti tabung dan inti spermatogen Þ inti spermatogen Þ membelah Þ dua inti sperma Þ membuahi sel telur di dalam ruang arkegonium Þ zigot Þ lembaga di dalam biji Þ tumbuhan baru. 

Selasa, 13 November 2012

armyista. ALGA HIJAU BIRU (Cyanobacteria)

alga hijau - biru (Cyanobacteria)

           Cyanobacteria merupakan mikroorganisme prokariotik yang hubungan kekerabatannya lebih dekat dengan bakteri dibanding alga. Cyanobakteria disebut juga alga hijau - biru karena mempunyai klorofil, Cyanobacteria juga mempunyai pigmen fikobilin yang merupakan gabungan dari pigmen fikosianin (warna hijaukebiru-biruan) dan kadang-kadang pigmen fikoeritin (warna merah). cyanobacteria habitatnya tersebar di beberapa tempat yaitu di tanah, batu, rekahan batu dan perairan. alga jenis ini biasanya hidup berkoloni , berbentuk benang, lembaran (filamen), atau bola berongga. contoh cyanobacteria berbentuk benang adalah anabaena

1. stuktur tubuh Cyanobacteria

a. dinding sel terbuat dari bahan peptidoglikan seperti pada bakteri, yang berfungsi untuk memberi bentuk yang tetap.
b. membran plasma tersusun atas bahan lipopolisakarida, yang berfungsi mengatur keluar masuknya zat dari dan ke dalam sel.
c. sitoplasma yang merupakan sistem koloid yang mengandung semua bahan organik dan anorganik untuk kehidupan sel.
d. DNA terdapat dalam sitoplasma tetapi tidak memiliki membran inti yang berfungsi untuk mengatur proses yang terjadi di dalam sel.
e. mesosom dan ribosom yang berfungsi sebagai penghasil energi dan sintesis protein.

2. reproduksi Cyanobacteria

berkembang biak dengan 3 cara. yaitu :
a. membelah diri atau pembelahan sel.
b. fragmentasi.
c. pembentukan akinet atau spora.

Sabtu, 10 November 2012

armyista.virus

VIRUS

A. Sejarah penemuan virus

           Virus berasal dari bahasa latin yaitu virion yang bererti racun. diartikan demikian karena hampir seluruh jenis virus menyebabkan penyakit baik bagi manusia, hewan maupun tumbuhan.
            Penelitian virus pertama kali dimulai pada tahun 1882 oleh seorang ilmuan asal jerman bernama Adolf mayer. mayer melakukan penelitian tentang penyebab penyakit yang menyerang daun tembakau yang ditandai dengan adanya bintik-bintik kekuningan pada daun tersebut. dengan menyemprotkan getah tanaman yang sakit pada tanaman sehat, Mayer menemukan ternyata tanaman sehat menjadi tertular.
           Percobaan selanjutnya dilakukan oleh Dimitri ivanowsky (1892) yaitu ilmuwan asal Rusia dan M. Beijerink (1897) yaitu ilmuwan asal Belanda, dimana keduanya berhasil menemukan penyakit mosaik pada daun tanaman tembakau. pada tahun 1935, seorang ilmuwan Amerika yaitu Wendell stanley berhasil mengkristalkan makhluk yang menyerang tanaman tembakau tersebut. makhluk itu kemudian diberi nama TMV (Tobacco Mosaic Virus) atau virus mosaik tembakau, dan sejak saat itu penelitian tentang virus mulai berkembang.

B. ciri - ciri dan struktur tubuh virus


1. ciri-ciri virus

           Virus merupakan organisme peralihan antara benda mati dan makhluk hidup. dikatakan benda mati sebab virus dapat dikristalkan, sedangkan dikatakan makhluk hidup karena virus memiliki sebagian ciri-ciri makhluk hidup, misalnya dapat berkembang biak dan memiliki salah satu asam nukleat (DNA atau RNA) dengan selubung protein.
virus mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
a. bersifat parasit obligat, artinya virus hanya dapat berkembang biak di sel-sel makhluk hidup lain.
b. tidak dapat membelah diri, tidak bernapas, tidak tumbuh, dan tidak mengalami ekskresi.
c. tidak dapat bergerak maupun melakukan metabolisme sendiri.
d. tidak dapat diendapkan dengan sentrifugasi biasa, tetapi dapat dikristalkan.
e. bersifat aseluler.
f. berukuran jauh lebih kecil dari bakteri.

2. struktur tubuh virus

virus mempunyai stuktur tubuh sebagai berikut:
a. pada umumnya virus berupa semacam kristal dan bersifat aseluler.
b. ukuran virus berkisar antara 20 - 300 mikrondengan diameter terkecil sekitar 17 nanometer dan terbesar sekitar 1.000 nanometer.
c. virus hanya memiliki salah satu macam asam nukleat (RNA atau DNA).
d. virus mempunyai bermacam-macam bentuk. ada yang berbentuk bulat, batang, kotak, silindris, dan ada yang berbentuk seperti huruf T.
e. pada umumnya tubuh virus terdiri dari kepala berisi asam nukleat (DNA atau RNA) dan kapsid yang tersusun atas protein. pada virus yang memiliki stuktur tubuh kompleks (contohnya bakteriofag) memiliki kepala berbentuk polihedral , serta memiliki sruktur tambahan yaitu selubung ekor, lempengan dasar dan serabut ekor yang berfungsi sebagai pelekat dengan tubuh organisme yang akan dihinggapi.

C. Reproduksi virus

             Virus hanya dapat berkembang biak didalam sel atau jaringan yang hidup sehingga virus tidak dapat bereproduksi sendiri. agar dapat berkembang biak, virus harus menginveksi sel inang yang berupa makhluk hidup lain.
              Ada dua macam cara virus menginfeksi bakteri yaitu secara litik dan lisogenik. secara litik virus akan menghancurkan sel inang bakteri setelah melakukan reproduksi. sedangkan secara lisogenik, virus tidak akan menghancurkan sel inang setelah melakuakan reproduksi tetapi virus berintegrasi denganDNA sel bakteri, sehingga bila bakteri membelah maka virus juga akan ikut membelah.

daur litik
meliputi fase-fase sebagai berikut:
a. fase adsorpsi (menempel pada dinding bakteri).
b. fase penetrasi ( masuknya isi fag ke dalam tubuh bakteri)
c. fase replikasi (sintesis)
d. fase perakitan
e. fase pembebasan

daur lisogenik
meliputi fase-fase sebagai berikut:
a. fase adsorpsi dan infeksi
b. fase penetrasi
c. fase penggabungan
d. fase replikasi (pembelahan)

E. virus yang merugikan

diantaranya adalah :
a. virus TMV yang menyebabkan bercak kuning pada daun tembakau
b. virus tungro yang menyebabkan batang tanaman menjadi kerdil
c. virus NCD (new castle desease) yang menyebabkan tetelo pada ayam
d. virus RSV (Rous Sarcoma Virus) yang menyebabkan tumor pada ayam
e. virus HIV yang menyebabkan penyakit AIDS
f. virus Varicella Zoster yang menyebabkan cacar air.

F. Virus yang menguntungkan

diantaranya dalah :
a.profag yang digunakan untuk mengubah fenotip bakteri sehingga digunakan dalam bidang kedokteran.
b. patogen yang dapatv digunakan sebagai vaksin
c. fag-fag yang virulen dapat digunakan untuk mengidentifikasi patogen sehingga dapat berfungsi sebagai alat diagnosis medis dan dapat digunakan untuk mengetahui penyebaran suatu penyakit dalam masyarakat.